Eko Setiawan | Tips Dan Trik Terbaru

Blogger Ganteng Jogjakarta

Eko Setiawan | Tips Dan Trik Terbaru - Blogger Ganteng Jogjakarta

manunggaling kawula lan gusti melalui ngelmu sangkan paraning dumadi menurut islam

sangkan paraning dumadi manunggaling kawula gusti DALAM ISLAM DAN ARTINYAmanunggaling kawula lan gusti melalui ngelmu sangkan paraning dumadi  menurut islam ~ Kata sangkan paraning dumadi ialah istilah yang dari berasal bahasa jawa yg merupakan sangkan itu berasal, paran itu tujuan atai destinasi, dumadi ialah insiden. Jadi kalah di terjemahkan adalah asal mana manusia berasal dan  kemana manusia akan pulang. Bila ini diterjemahkan dari islam berarti berasal manusia asal Allah dan  akan balik  pada Allah.

manunggaling kawula lan gusti melalui ngelmu sangkan paraning dumadi menurut islam

Dalam dzikir nafas asal nafas dari Allah serta kita kembalikan pada Allah. Pelajaran sangkan paraning dumadi ini bisa kita resapi melalui dzikir nafas, dimana ketika masuk nafas kita (dari nafas, asal hayati) kita sadarkan berasal Allah. Dan  keluar nafas kita sadarkan asal Allah. Bentuk kesadaran mlebu Allah metu Allah ini lah yang nantinya akan menyadarkan diri serta memahamkan diri wacana sangkan paraning dumadi.

A. PENDAHULUAN
1. Buat menjawab”misteri” ihwal “Manungggaling Kawula lan Gusti” terlebih dahulu menelusuri dan  tahu beberapa petunjuk “laku ” yg perlu diketahui terlebih dahulu sebagai pengetahuan dasar, agar tak terjadi kesalahpahaman pengertian dan  galat perilaku yang harus dipahami dan  dimengerti sahih-sahih teori “laku ” untuk mencapai tataran :”Manunggaling Kawula lan Gusti” (menyatunya insane dengan tuhan yg Maha Esa). Pada umumnya orang akan mengatakan tidak mungkin, dengan aneka macam dalih dan  argumentasi. Namun bagi manusia yang telah “Tinar Buka” serta memperoleh petunjuk berasal pinisepuh yang sudah mumpuni (menguasai ngelmu tersebut) maka kemungkinan itu dipastikan terdapat serta bias sebab insan diberikan pengetahuan sedikit perihal rahasia dewa. Disparitas pendapat mengenai hal tadi absolut ada di samping ada yang bersikap dogmatis.
2. Di sini kita akan mencoba membahas berbagai pengertian dasar yang dikutip berasal banyak sekali kitab   kudus Al-Qur’an, kitab   kudus Injil, kitab   suci Weda, serta Ajaran agama Terhadap ilahi yg Maha Esa (Kebatinan, Kerohanian, Kejiwaan serta Kaweruh). Ternyata asal asal-sumber tersebut mempunyai persamaan persepsi. Menggunakan demikian memberi petunjuk pada umat insan sebagai makhluk kreasi ilahi yang paling tepat khususnya bangsa Indonesia melalui leluhur kita yg mewariskan “Ngelmu Adiluhung” pada kita, sebagai akibatnya mereka dapat hayati berdampingan secara hening serta sejahtera tak pernah mati. Karena adanya persepsi yg sama, tujuan yg sama, maka kerukunan antar umat beragama, kerukunan antar pengahayat kepercayaan  terhadap dewa yg Maha Esa, serta kerukunan antar umat beragama menggunakan penganut kepercayaan  Terhadap ilahi yang Maha Esa bisa diciptakan pada Indonesia sebab adanya saling pengertian dan  kesadaran menjadi sesame umat dewa yang Maha Esa dengan segala ciptaannya. Kepercayaan  dan  Ngelmu Kejawen mempunyai tujuan yg sama, artinya iman serta taqwa kepada dewa yang Maha Esa, sedangkan “Ngelmu Kejawen” dilanjutkan dengan “Manunggaling Kawula Lan Gusti”
3. Para leluhur kita dengan buku tuntunan “WEDHA TAMA” telah memberi petunjuk dengan bentuk tembang PUCUNG menjadi berikut : “Ngelmu iku kelakone kanti laris, lekase versus khas, tegese khas nyantosani, setya budya, pengikise dur angkara” yang ialah (bahwa buat menguasai ngelmu (ilmu kebatinan dan  kesempurnaan) pelaksanaannya / cara mempelajarinya harus dengan ‘laku ’ latihan fisik (jasmani dan  rohani). Budi yang halus akan mengalahkan watak angkara murka ).
4. Adakah ‘Ngelmu’ dan  ‘laku ’ buat mempelajari cara-cara buat “Menyatu menggunakan tuhan yang Maha Esa (Ngelmu Manunggaling Kawula lan Gusti”? Kiranya tidak hiperbola jika diketengahkan tulisan ini terlebih dahulu mempelajari beberapa macam ajaran, di antaranya :
tahu ngelmu sangkan paraning dumadi
tahu ngelmu kesempurnaan
tahu serta mendalami ngelmu “manunggaling kawula lan gusti
dengan penjelasan ini maka cukuplah menjadi pendahuluan, kemana serta dari mana ’ngelmu’ tadi hingga paham sahih dan  mengerti arahnya, sebagai akibatnya tidak tumpang tindih/tumpangsuh, sehingga dapat benar-sahih menguasai ‘ngelmu’ tersebut dengan sebaik-baiknya.

B. Tahu JATIDIRI BERTOLAK dari NGELMU SANGKAN PARANING DUMADI
manusia adalah makhluk kreasi dewa yg paling tepat yang terdiri asal unsur :
– BADAN JASMANI
– BADAN ROHANI (ROH)
dengan rincian penerangan sebagai berikut :
• BADAN JASMANI
Badan jasmani terdiri asal 4 (empat) macam unsur sari dari :
1) Sari Bumi / Tanah
dua) Sari api / Panas
tiga) Sari Air
4) Sari Angin / Nafas
Badan jasmani tersebut sang yang kuasa yang Maha Kuasa dianugerahi panca indera sebagai indera komunikasi diantaranya :
– indera pendengaran melalui telinga
– Pengucap melalui ekspresi
– Penglihatan melalui mata
– Penciuman melalui hidung
– Perasa/perasaan melalui saraf otak
Badan jasamani tadi oleh dewa yg Maha Mulia diberi 4 (empat) macam nafsu :
1) dari unsur Sari Bumi/Tanah : menumbuhkan unsur nafsu LAUWAMAH, yang memiliki sifat jail, serakah, bencana, tamak dan  sejenisnya.
Dua) asal unsur Sari barah/Panas : menumbuhkan unsur nafsu AMARAH yg mempunyai sifat beringas, mudah tersinggung, bertindak kekerasan, gelap mata serta lain sebagainya
3) asal unsur Sari Air : menumbuhkan unsur SUFIAH dimana menumbuhkan keinginan keinginan buat asmara, meminum minuman keras atau molimo (madat, main, minum, maling, madon) dan  sejenisnya.
4) berasal unsur Udara/Nafas : menumbuhkan unsur MUTMAINAH yg memiliki tabiat narimo, tabiat suci, watak berbakti, tabiat kasihan, suka  menolong serta lain-lain.
Ke 2 kelengkapan badan jasmani (panca indera serta nafsu) ini hanya adalah pelengkap sarana penggerak yang belum tepat. Padahal insan diciptakan ilahi yg paling tepat, apa kekurangannya?

masih banyak penjelasan lebih lengkap baca di Memahami Filosofi Sangkan Paraning Dumadi dalam Kejawen dan Agama

Sumber : http://www.ekosetiawan.net/memahami-filosofi-sangkan-paraning-dumadi-dalam-kejawen-145/

Category: PENGETAHUAN

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*